Survei akan dilaksanakan langsung oleh Tim Doing Business Washington DC dengan beberapa metode yaitu, studi kepustakaan, penyebaran kuesioner, interview dan observasi lapangan.

Responden akan terdiri dari pengambil kebijakan, aparatur pelaksana di lapangan dan pemangku kepentingan. Secara umum pembaruan-pembaruan dalam bentuk reformasi regulasi akan diuji silang ke para responden, untuk menentukan apakah pembaruan yang di klaim pengambil kebijakan dapat dimasukkan sebagai catatan pembaruan dalam survei kemudahan berusaha tahun tersebut.

Guna keberhasilan peningkatan pemeringkatan, Responden diharapkan yang berpartisipasi dalam survei agar menjawab atau memberikan respon dengan mendasarkan pada data terkini dan memberikan jawaban yang sesuai dengan konteks yang ditanyakan dalam survei.

Survei kemudahan berusaha adalah survei global yang dilakukan International Finance Corporation/World Bank Group kepada tidak kurang dari 190 negara dengan sistem hukum yang berbeda-beda, sehingga ditulis dalam bahasa teknis yang cenderung sangat umum. Instrumen survei didistribusikan dalam versi bahasa Inggris, yang membuka risiko adanya multi interpretasi atas studi kasus yang dipaparkan dalam kuesioner tersebut.

Secara umum periode waktu pelaksanaan survei kemudahan berusaha adalah sebagai berikut

15 Mei 2017 – Akhir Juni 2017 Pengumpulan Data
Juli 2017 Counter Reform Update Memo
Agustus 2017 Conference Call Pemerintah RI dengan pihak WBG
30 Oktober 2017 Peluncuran Hasil Survei Kemudahan berusaha Global

Metode Survey

Bagi lembaga peradilan, setidaknya ada dua parameter yang relevan yaitu Penegakan Kontrak (enforcing contract) dan Penyelesaian Kepailitan (resolving insolvency). Dalam kedua parameter tersebut, ada beberapa aspek yang dilihat dalam survey, seperti misalnya jangka waktu penanganan perkara, biaya perkara serta kualitas proses peradilan.

Untuk lebih jelasnya dapat click tautan berikut.

Metode survey Penegakan Kontrak (enforcing contract).

Metode survey Penyelesaian Kepailitan (resolving insolvency).